Jumat, 18 Maret 2011

Sholat di Masjidil-Haram Mekkah dan mencium Hajjar Azwad




 Setelah menyelesaikan Buka Aura Nur Pesona, saya berniat melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yaitu belajar Ilmu Istikharoh.
      Saya diharuskan melakukan pembersihan diri dengan Vegetarian, tidak memakan yang bernyawa (daging, ikan, telor, susu, dll.), Puasa, dan menjalankan sholat Tahajjud setiap malamnya.
      Beberapa hari kemudian, setiap cahaya Nur Allah saya jalankan masuk kedalam tubuh, saya bisa melihat organ-organ tubuh saya makin jelas dan akhirnya terlihat jelas bahkan berwarna. Luar biasa, saya bisa melihat tembus tubuh saya sendiri, berwarna lagi . Bisa lebih terang dari Rontgen.
      Saat saya diterapi oleh pak Haji Bambang, setelah beliau memantau perkembangan saya, beliau kemudian menanyakan apakah saya mau diajak ke Mekkah, ke Masjidil Haram, sholat disana.
      Tentu saja saya mau, akan tetapi, bagaimana dengan kantor ? Apakah saya bisa minta cuti ? Karena semua cuti saya sudah saya habiskan. Saya tak mengira bahwa saya akan diajak Umrah ke sana.
      Pak Haji tersenyum lebar dan berkata : " Kita akan berangkat secara Meraga Sukma cara Islami, Yah lk. 20 menitan-lah " sambungnya.
      Saya sangat takjub apakah mungkin jarak yang sedemikian jauhnya bisa ditempuh pulang-pergi 20 menit ? Rasanya mustahil..........
      Dengan pesawat terbang yang tercepat saja masih memakan waktu lebih dari 8 jam.......
      Saya diminta niat hendak pergi ke Mekkah dan agar kekuatan Ruh Allah memprogram diri saya agar bisa melakukan perjalanan tersebut. Energi Ruh Allah saya alir-kan keseluruh tubuh dengan program tersebut dan tiba-tiba saja tubuh terasa ringan dan Masjidil Haram Mekkah sudah terlihat dihadapan saya.
      Saya diberi password salam pembuka agar bisa masuk. Setelah salam pembuka saya baca, penjaga masjid (malaikat) mempersilahkan saya masuk dan dihadapan saya terlihat Ka'bah dengan megahnya dengan ratusan ribu orang sedang berdesak- desakkan thawaf mengelilinginya.
      Tiba-tiba tanpa sanggup ditahan, tergetar hati dan berlinang air mata karena bisa melihat kebesaran Allah, karena begitu banyaknya manusia yang sedang beribadah kepada Allah SWT tanpa putus-putusnya mengalir disekitar Ka'bah. Seperti pusaran Air.
      Pak Haji mengingatkan saya untuk sholat sunah hajat di Multazam. Setelah sholat saya mengikuti arus jamaah yang thawaf dengan niat mencium Hajjar Azwad, beberapa saat kemudian muncul Hajjar Azwad dihadapan saya, dan dengan perasaan yang bergejolak saya mencium dan memanjatkan berbagai doa.

Cerita Film Love Story

Cerita Film Love Story 

Cerita Film Love Story – Sukses dengan filmnya yang berjudul Heart pada tahun 2006, pasangan ini kini ditempatkan kembali oleh sang sutradara Hanny R. Saputra untuk membintangi sebuah film berjudul Love Story. Dia adalah Irwansyah dan Acha Septriasa . Film Love Story ini menempatkan latar belakang sebuah desa yang memegang kuat adat istiadatnya serta masih sedikit ketinggalan dari peradaban modern mungkin memberikan sedikit justifikasi mengapa dialog para karakter di film ini terksan terlalu puitis untuk dapat terjadi di sebuah lingkungan yang selama ini kita kenal. Namun, dialog-dialog puitis tersebut bukan masalah utama pada Love Story. Seiring dengan bergeraknya durasi tayang Love Story, jalan cerita yang mengangkat tema mengenai kisah cinta yang tidak dapat disatukan ini kemudian terlihat semakin absurd, terkesan dipanjang-panjangkan dengan pengulangan masalah yang tak kunjung berhenti atau diselesaikan serta dialog-dialog yang awalnya puitis menjadi semakin terdengar sebagai lantunan bahasa yang corny dan menggelikan untuk didengar.
Kisahnya sendiri menceritakan persahabatan Galih (Irwansyah) dan Ranti (Acha Septriasa) yang telah terjalin semenjak kecil. Sebenarnya, keduanya sama-sama saling mencintai satu sama lain namun terpaksa menahan hasrat tersebut karena mereka dilahirkan di dua desa yang dipisahkan secara adat oleh sebuah legenda yang melarang warga dari masing-masing desa tersebut untuk jatuh cinta dan menikahi warga yang berada di desa lainnya. Walau begitu, sebelum masa kepergiannya ke Bandung untuk melanjutkan kuliahnya, Galih menyatakan perasaannya tersebut pada Ranti dan berjanji pada suatu hari akan kembali ke desa dan melanjutkan hubungannya dengan gadis tersebut.
Beberapa tahun berlalu, Galih akhirnya memenuhi janjinya dan pulang kembali ke desa. Untuk membuktikan perasaannya benar-benar mendalam pada Ranti, Galih memutuskan untuk mewujudkan salah satu impian Ranti di masa kecilnya, yakni untuk memiliki sebuah sekolah dimana ia bisa mengajar murid kedua desa tersebut. Sebuah niatan yang tulus, namun jelas kemudian mendapatkan tantangan dari banyak warga yang takut kalau jika hubungan Galih dan Ranti terus berlanjut akan membawa marabahaya besar bagi penduduk dua desa tersebut. Layaknya Romeo dan Juliet, Galih dan Ranti terus melanjutkan hubungan mereka walaupun kerapkali menuai cercaan dan penghakiman dari banyak orang.
Pertama-tama, mari memberikan sedikit perhatian yang sedikit lebih kepada Acha Septriasa. Aktris yang dikabarkan merupakan salah satu aktris dengan honor terbesar di Indonesia ini telah menunjukkan kemampuan akting yang sangat jauh berkembang semenjak ia memulai karir filmnya sebagai pemeran pendukung di Apa Artinya Cinta? (2006) serta, tentu saja, Heart. Dalam perjalanan karirnya, Acha memang kerap memerankan seorang wanita dengan karakter yang tegar namun tetap melodramatis. Namun, selama masa itu pula Acha berhasil menambahkan kedalaman sifat dalam setiap karakter yang ia perankan. Lihat saja perannya di Love (2008) atau Menebus Impian (2010) yang benar-benar membuktikan Acha Septriasa yang Anda saksikan sekarang bukanlah aktris dengan kemampuan akting yang sama seperti yang pernah Anda lihat sebelumnya di Apa Artinya Cinta? atau Heart. Hal ini kembali ia tunjukkan dalam Love Story. Dengan dominasi peran yang cukup besar di dalam jalan cerita Love Story, tidak dapat disangkal bahwa Acha adalah satu-satunya penampilan yang tampil hampir tanpa cela di sepanjang film ini.

Tips Menghilangkan Malas

  1. Membasuh muka atau mandi ketika kantuk menyerang.
  2. Mengubah posisi duduk ketika membaca. Misalnya dari duduk berubah menjadi berdiri, namun disarankan jangan dari duduk terus berbaring bisa berbahaya atau bisa kebablasan tidur.
  3. Berpindah dari ruang baca ke kamar yang lain. Kalau sebagai anak kos bisa disiasati, berpindah dari kamar kita ke beranda kos, ruang tamu atau bahkan bisa juga ke dapur.
  4. Menghirup udara yang segar dengan cara berdiri di dekat jendela atau membuka jendela-jendela kamar lain untuk menambah kesegaran. Sebagai anak kos bisa disiasati dengan menciptakan aroma terapi, misalnya dengan menyemprot ruangan dengan wangi-wangian dan jika ada kipas angin, bisa menyetel kipas untuk menyebarkan wangi-wangian tersebut ke segala ruang. Karena mungkin tidak semua anak kos mempunyai jendela kamar.
  5. Berjalan-jalan sebentar di sekeliling rumah. Bisa diganti dengan kegiatan yang lain misalnya merapikan rak yang berantakan, atau kegiatan yang lain yang bisa menggerakkan otot-otot kita.
  6. Berbincang-bincang sebentar dengan keluarga atau teman sekos namun mengenai hal mubah bukan keharoman. Hati-hati jangan sampai lupa tujuan utama dalam berbincang-bincang yaitu untuk menumbuhkan semangat, bukan untuk ngobrol bahkan meng-ghibah.
  7. Berdiri membuat secangkir kopi, teh, susu atau juice untuk menghilangkan kebosanan dan menjernihkan akal.
  8. Mengubah kegiatan ketaatan. Misal bosan menghafalkan surat berganti dengan membaca, jika membaca bosan bisa diganti dengan mendengarkan kajian lewat CD.
Itulah beberapa tips agar kita bisa terjauh dari penyakit malas. Akan tetapi yang paling utama jangan sampai kita lupa berdo’a agar Alloh senantiasa memberi kita semangat dan agar menjauhkan diri kita dari penyakit malas tersebut. Wallohu A’lam bishowab.

Motivasi Belajar

  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar.

    Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi.

    Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
Belajar dari internet
Kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, kita bisa masuk ke milis Free-English-Course@yahoogroups.com.

Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.

Cari motivator
Kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi Anda belajar dan meraih prestasi.

Sejarah Batik

 Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.

        Jadi kesenian batik ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerjaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjaungan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedangan Muslim melawan perekonomian Belanda.

        Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluaga raja-raja Indonesia zaman dulu. Awalnya batik dikerjakan hanya terbatas dalam kraton saja dan hasilnya untuk pakaian raja dan keluarga serta para pengikutnya. Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal diluar kraton, maka kesenian batik ini dibawa oleh mereka keluar kraton dan dikerjakan ditempatnya masing-masing.

        Lama-lama kesenian batik ini ditiru oleh rakyat terdekat dan selanjutnya meluas menjadi pekerjaan kaum wanita dalam rumah tangganya untuk mengisi waktu senggang. Selanjutnya, batik yang tadinya hanya pakaian keluarga kraton, kemudian menjadi pakaian rakyat yang digemari, baik wanita maupun pria. Bahan kain putih yang dipergunakan waktu itu adalah hasil tenunan sendiri.

        Sedang bahan-bahan pewarna yang dipakai tediri dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia yang dibuat sendiri antara lain dari: pohon mengkudu, tinggi, soga, nila, dan bahan sodanya dibuat dari soda abu, serta garamnya dibuat dari tanahlumpur.

        Jaman MajapahitBatik yang telah menjadi kebudayaan di kerajaan Majahit, pat ditelusuri di daerah Mojokerto dan Tulung Agung. Mojoketo adalah daerah yang erat hubungannya dengan kerajaan Majapahit semasa dahulu dan asal nama Majokerto ada hubungannya dengan Majapahit. Kaitannya dengan perkembangan batik asal Majapahit berkembang di Tulung Agung adalah riwayat perkembangan pembatikan didaerah ini, dapat digali dari peninggalan di zaman kerajaan Majapahit. Pada waktu itu daerah Tulungagung yang sebagian terdiri dari rawa-rawa dalam sejarah terkenal dengan nama daerah Bonorowo, yang pada saat bekembangnya Majapahit daerah itu dikuasai oleh seorang yang benama Adipati Kalang, dan tidak mau tunduk kepada kerajaan Majapahit.

        Diceritakan bahwa dalam aksi polisionil yang dilancarkan oleh Majapahati, Adipati Kalang tewas dalam pertempuran yang konon dikabarkan disekitar desa yang sekarang bernama Kalangbret. Demikianlah maka petugas-petugas tentara dan keluara kerajaan Majapahit yang menetap dan tinggal diwilayah Bonorowo atau yang sekarang bernama Tulungagung antara lain juga membawa kesenian membuat batik asli.

Segitiga Bermuda

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula

KOMPAS.com  – Mendaki gunung jangan dianggap enteng. Perlu persiapan khusus. Menganggap remeh persiapan bisa berakibat fatal. Kalau Anda i...